Langsung ke konten utama

Gelar Karya Para Mahaguru



 "Sibuk banget sekarang ya... ?" Pertanyaan Prof Na'im singkat tapi bagi saya sebuah satire. Sambil nyengir, saya lirih menjawab "tidak sibuk  prof.."  Saya seakan diingatkan untuk kembali menyetuh tuts keyboard laptop dan membuka blog pribadi untuk menuangkan rasa dan pikiran. Saya menghadiri acara beliau yakni Gelar Karya para Professor di UIN SATU Tulungagung. diselenggarakan Selasa, 04 Agustus 2026 kemarin. Para Profesor ini adalah Prof. Imam Fuadi, Prof Mujamil Qomar, Prof Muntahibun Nafis dan Profesor idola kami. Prof. Ngainun Na'im. Sebagai pembahas di hadirkan Prof Nur Syam dari UIN Sunan Ampel Surabaya. 

Saya sangat sadar lama sekali saya hiatus dalam dunia tulis menulis. Grup sahabat pena saja cuma saya lihat tanpa berkomentar apapun. Kerinduan menulis dan berinteraksi dengan teman teman sefrekuensi dalam pena tertumpuk dengan pekerjaan supplai barang di central kitchen di program pemenuhan gizi. Mau tidak mau dunia sunyi penulisan semakin sunyi dan semakin tenggelam.

Tak dipungkiri, Hadits nabi mengatakan kalau pengin harum maka berkawanlah dengan penjual minyak wangi, bermakna bahwa lingkungan sangat berpengaruh terhadap seseorang. Jangan jauh jauh dari profesor literasi kalau masih pengin menulis. 

Prof Nur Syam sendiri dalam pembahasannya mengungkapkan frasa terkenal dari filsuf Descrates yakni "Scribo Ergo Sum" yang bermakna aku menulis, maka aku ada. Menegaskan bahwa eksistensi, buah pikiran dan identitas seorang penulis itu melalui tulisan mereka. Baik karya tulis ilmiah atau karya tulis yang lain. 

Saya juga teringat dengan perkataan Prof. Mujamil Qomar, saat beliau mengisi materi di berbagai seminar dan pelatihan, bukan power point yang beliau berikan, namun artikel yang lengkap dengan literatur dan catatan kaki. Dan memang benar saat hanya memakai power point saja terkadang kita malas untuk menulis ulang dalambentuk artikel. Namun saat kita sudah membuatnya dalam bentuk artikel, akan sangat mudah memparafrasekan lagi saat kita menginginkan tulisan itu dijadikan sebuah buku. 

Semoga gelar karya para profesor UIN SATU Tulungagung ini menjadi pemantik ulang semangat menulis terutamanya semangat saya yang menguap dalam debu debu jalan. 


***

Komentar

Popular Post

Diklat Jurnalistik Batch II

Belum menulis batch I tapi tiba tiba sudah melampaui batch II. Diklat menulis berita yang diselenggarakan PC LP Ma'arif NU Tulungagung di gelar hari Rabu, 13 Agustus 2025. Gerak cepat pengurus PC LP Ma'arif Tulungagung yang di gawangi oleh Dr. Ahmad Supriyadi seakan akan berlari cepat. Dalam waktu satu minggu bidang Penelitian Publikasi dan Media Informasi melaksanakan dua kali diklat yang sama.  Diklat pertama diselenggarakan pada Sabtu 9 Agustus 2025, pesertanya adalah guru guru mulai dari RA/TK, MI/SD dan SMP/MTs serta SMA/SMK dan MA. Yang kedua ini dilaksanakan untuk guru guru madin dan guru TPQ dan Kortan MWC untuk juga bisa menambah pengetahuan mengenai dunia tulis menulis.  Pelatihan ini mengangkat tema bukan sekedar menulis tapi tentang mempengaruhi. Saatnya cerita hebat dari madrasah didengar dunia. Antusiasme peserta ternyata luar biasa, ratusan peserta memadati meeting hall Lembaga Pendidikan Ma'arif Tulungagung.   Diklat pertama menghadirkan pemateri dari...

Secuil surga itu bernama "Munjungan"

Pulang dari sekolah jam menunjukkan pukul 13.00 saat WA grup saya terima kiriman berita duka. Ibunda Bapak Nurul Amin (Ketua STAIM Tulungagung) meninggal dunia. Beberapa saat kemudian suami saya menelpon untuk siap siap melayat ke rumah duka.  Sebelum tahu dimana rumah duka saya bersiap sambil menunggu suami pulang dari tempat kerjanya.  Beberapa teman oleh suami di kontak untuk bersama sama melayat.  Ternyata rumah ibunda bapak Nurul Amin di Munjungan Trenggalek. Saya belum pernah ke sana tapi cerita teman teman munjungan adalah "The most difficult journey" .  Akhirnya perjalanan menuju ke Trenggalek berempat, Saya, Suami, Dr. Nurkholis dan Nur Yasin menuju ke Trenggalek. Sesampainya di Trenggalek bergabung bersama kami Bapak Dr. Suripto. Kontan saja oleh suami di sodori untuk setir untuk menjadi driver ke Munjungan.  Dr. Suripto sahabat suami saat berkidmat di KPU. Beliau Ketua KPU Trenggalek. Jadi kami semua memiliki kesimpulan bahwa beliau yang p...

kekuatan kata "kita" dalam penikahan (3)

  Merawat kata "kita" sebagai bentuk the promise of usness dalam pernikahan yang ketiga adalah rasa aman. memahami bahwa dalam pernikahan itu adalah saling terpaut, rela membagikan diri untuk menciptakan satu keutuhan dalam mengarungi bahtera rumah tangga adalah salah satunya dengan memberikan rasa aman. Usness akan berkembang saat pasangan dalam pernikahan merasa aman. Aman dalam hal apa, dalam hal menjadi diri sendiri, tanpa takut dihakimi, di tolak dan dilukai. Rasa aman bukan hanya terbebas dari ancaman fisik, tetapi merasa diterima, di cintai dan didengarkan. Saat rasa aman itu diperoleh dalam hubungan pernikahan maka seseorang yang terikat dalam mahligai ini akan bebas mengekpresikan emosi, saat senang ataupun saat kurang baik suasana hatinya. Istri berani bercerita tentang luka masa lalu, tentang kehidupan yang kelam atau trauma masa kecil tanpa dihakimi dan disalahkan oleh suami. Atau saat suami kehilangan segalanya saat berbisbis, istri tidak serta merta meninggalka...

Kekuatan kata "kita" dalam pernikahan

Pernikahan adalah penyatuan dua manusia yang berjenis kelamin berbeda dari awalnya sendiri (self) menjadi bersama orang lain yang senantiasa melekat kepada kita (us). penyatuan karakter yang berbeda, kebiasaan yang berbeda, pernikahan juga menyatukan dua keluarga besar dari pihak laki laki dan perempuan.  Seorang laki laki dan perempuan apabila telah memantapkan diri menjadi pasangan yang terjalin hukum dan hubungan yang kuat maka perlu yang namanya "the promise of usness" yang akan menjadi dasar hubungan rumah tangga harmonis. "The Promise of Usness"   adalah janji kebersamaan, komitmen untuk saling menjaga, dan kesadaran bahwa hubungan ini adalah sesuatu yang bernilai untuk dirawat. Kata Usness atau kita termaktub makna sepaham dan saling mengikat, bersepakat dan rela memberikan sebagian dirinya untuk menciptakan keutuhan, rasa kedekatan. Bentuk relasi tertinggi dalam makna usness adalah keintiman suami istri dalam melakukan hubungan seksual.  Namun janji ini tida...