Langsung ke konten utama

Sunmori, Ubi Talas, Buku dan Kolam

 




Layaklah berbahagia di hari libur ini. Aktivitas yang mewah bisa diabadikan di hari ini. Sekian lama tidak merefresh kolam kecil tempat ikan koi di depan rumah, hari ini bisa di kuras dan di ganti airnya oleh sang suami. Saya kebagian membuatkan minuman  sereh, jahe dan kunyit di seduh air panas dan ubi talas yang sempat di beli di Brongkos, saat perjalanan pulang dari Malang beberapa waktu yang lalu. 

Seperti halnya Prof. Naim yang telah sukses menjadikan sabtu paginya indah dengan Gethuk dan tidak lupa Buku, saya ikut tergerak untuk menghadirkan sensasi Minggu dalam tulisan. 

---

Saat gelar karya professor di Kampus UIN Tulungagung beberapa waktu yang lalu, saya sempatkan untuk membeli beberapa buku dari begawan ilmu disana. salah satunya Sejarah Islam Inspriratif karya Prof. Mujamil Qomar. Dari sekian buku yang saya beli baru buku ini yang sudah saya buka plastiknya. 

Buku ini berjumlah 184 halaman, cetakan pertama di tahun 2023 dan diterbitkan oleh percetakan Madani kelompok Intrans publishing. Buku ini membahas tentang fenomena sejarah Islam yang diajarkan di bangku sekola-sekolah Islam. 

Keresahan Prof Jamil terkait dengan kejanggalan kejanggalan sejarah yang tertuang dalam buku pelajaran, seperti pembulatan penjumlahan pasukan gugur di medan perang, pun juga tentang SKI yang identik di sajikan menu menu peperangan dan kekerasan yang pembunuhan. sehingga wajah Islam yang tertuang dalam pelajaran itu warnanya satu, di sejarah politik. 

Upaya memberikan nuansa baru bukan hanya sejarah politik yang diangkat, namun adanya sejarah kebudayaan (peradaban) Islam, isinya di ganti dengan Sejarah Intelektual Islam. Sejarah politik yang berdarah-darah, dijadikan pembahasan di luar pendidian. seharusnya sejarah ini tentang peradaban dan mengemban misi membangun peradaban Islam di Indonesia dengan integritas kepribadian muslim yang intelek. 


*** 

Komentar

Posting Komentar

Popular Post

Diklat Jurnalistik Batch II

Belum menulis batch I tapi tiba tiba sudah melampaui batch II. Diklat menulis berita yang diselenggarakan PC LP Ma'arif NU Tulungagung di gelar hari Rabu, 13 Agustus 2025. Gerak cepat pengurus PC LP Ma'arif Tulungagung yang di gawangi oleh Dr. Ahmad Supriyadi seakan akan berlari cepat. Dalam waktu satu minggu bidang Penelitian Publikasi dan Media Informasi melaksanakan dua kali diklat yang sama.  Diklat pertama diselenggarakan pada Sabtu 9 Agustus 2025, pesertanya adalah guru guru mulai dari RA/TK, MI/SD dan SMP/MTs serta SMA/SMK dan MA. Yang kedua ini dilaksanakan untuk guru guru madin dan guru TPQ dan Kortan MWC untuk juga bisa menambah pengetahuan mengenai dunia tulis menulis.  Pelatihan ini mengangkat tema bukan sekedar menulis tapi tentang mempengaruhi. Saatnya cerita hebat dari madrasah didengar dunia. Antusiasme peserta ternyata luar biasa, ratusan peserta memadati meeting hall Lembaga Pendidikan Ma'arif Tulungagung.   Diklat pertama menghadirkan pemateri dari...

kekuatan kata "kita" dalam penikahan (3)

  Merawat kata "kita" sebagai bentuk the promise of usness dalam pernikahan yang ketiga adalah rasa aman. memahami bahwa dalam pernikahan itu adalah saling terpaut, rela membagikan diri untuk menciptakan satu keutuhan dalam mengarungi bahtera rumah tangga adalah salah satunya dengan memberikan rasa aman. Usness akan berkembang saat pasangan dalam pernikahan merasa aman. Aman dalam hal apa, dalam hal menjadi diri sendiri, tanpa takut dihakimi, di tolak dan dilukai. Rasa aman bukan hanya terbebas dari ancaman fisik, tetapi merasa diterima, di cintai dan didengarkan. Saat rasa aman itu diperoleh dalam hubungan pernikahan maka seseorang yang terikat dalam mahligai ini akan bebas mengekpresikan emosi, saat senang ataupun saat kurang baik suasana hatinya. Istri berani bercerita tentang luka masa lalu, tentang kehidupan yang kelam atau trauma masa kecil tanpa dihakimi dan disalahkan oleh suami. Atau saat suami kehilangan segalanya saat berbisbis, istri tidak serta merta meninggalka...

Cuilan Cerita dari Dr. Muhsin Kalida

Rangkaian Haflah Khotmil Qur'an di Ponpes Roudhotu Huffadzil Qur'an masih melekat dihatiku. Betapa tidak, 27 Khotimin dan Khotimat salah satunya adalah murid saya di MI. Ahmad Mulki Miftah Arroziq yang sekarang duduk di semester 2 di UIN SATU Tulungagung. Saya salah satu guru yang bahagia saat melihat anak didik selesai dalam menghafal Al-Qur'an.  Ditambah lagi dengan suasana penuh khidmat mendengarkan tausiyah dari penceramah yang tidak lain adalah Dr. Muhsin Kalida. Saya belum pernah bertemu muka dengan beliau tapi namanya sudah tidak asing di saya karena beberapa kali mengikuti zoom beliau yang diselenggarakan oleh Sahabat Pena Kita, penggiat literasi di bawah asuhan Prof. Ngainun Naim.  Beliau saat covid memberikan support kepada kami, orang gabut yang ingin memanfaatkan waktu dengan hal yang positif. Beliau hadir bersama semangat dan dorongan kepada kami untuk menulis. Karena menulis itu bukan sekedar hobi tapi itu adalah perintah agama namun banyak orang yang abai den...

Kekuatan kata "kita" dalam pernikahan

Pernikahan adalah penyatuan dua manusia yang berjenis kelamin berbeda dari awalnya sendiri (self) menjadi bersama orang lain yang senantiasa melekat kepada kita (us). penyatuan karakter yang berbeda, kebiasaan yang berbeda, pernikahan juga menyatukan dua keluarga besar dari pihak laki laki dan perempuan.  Seorang laki laki dan perempuan apabila telah memantapkan diri menjadi pasangan yang terjalin hukum dan hubungan yang kuat maka perlu yang namanya "the promise of usness" yang akan menjadi dasar hubungan rumah tangga harmonis. "The Promise of Usness"   adalah janji kebersamaan, komitmen untuk saling menjaga, dan kesadaran bahwa hubungan ini adalah sesuatu yang bernilai untuk dirawat. Kata Usness atau kita termaktub makna sepaham dan saling mengikat, bersepakat dan rela memberikan sebagian dirinya untuk menciptakan keutuhan, rasa kedekatan. Bentuk relasi tertinggi dalam makna usness adalah keintiman suami istri dalam melakukan hubungan seksual.  Namun janji ini tida...