Langsung ke konten utama

Postingan

Featured Post

Jalan berliku menuju sukses TKA

  Hitungan hari anak anak akan dihadapkan oleh sebuah tes akhir yang bukan penentu kelulusan sekolah layaknya ujian nasional, namun alat ukur capaian murid secara standar. Mulai dari kelas 6 tingkat dasar, kelas 9 dan kelas 12 tingkat atas. Yang dikenal dengan singkatan TKA TKA adalah Tes Kemampuan Akademik yang dilaksanakan secara nasional kepada seluruh siswa di tingkatan yang saya sebut diatas. Sifat yang tidak wajib ini menjawab ketakutan terhadap tidak lulusnya siswa karena rentang nilai.  Fun fact nya TKA ini menjawab tantangan dalam penilaian yang beragam antar sekolah dan madrasah.Juga TKA bisa menjadi salah satu pertimbangan seleksi ke jengang pendidikan selanjutnya di SNBP, SNBT dan seleksi lainnya. fun fact lainnya murid mendapat sertifikat hasil TKA.  Mulai bulan Oktober 2026 dilaksanakan TKA serentak untuk jenjang SMA/MA/SMK sampai jenjang terbawah sampai bulan Januari. Setelah TKA perdana tahun lalu dilaksanakan, tahun ini merupakan tahun kedua dari pelaksan...
Postingan terbaru

KABUT

  Sebait lagu dari maestro seni Ebiet G Ade yang berbunyi:   "Kabut, sengajakah engkau mewakili pikiranku Pekat, katamu peralat menyelimuti matahari Aku dan semua yang ada di sekelilingku Merangkak menggapai dalam kelam" Suasana pagi berangkat kerja meski jam menunjukkan 06:47 WIB memang masih gelap dengan kabut yang menyelimuti sepanjang perjalananku. Jarak pandang yang terbatas membuat aku semakin hati-hati dalam perjalanan. Matahari sudah sepenggalah namun dia malu malu menampakkan diri dan bersembunyi mengintip di seperempat cahayanya yang menembus belahan bumi yang aku pijak pagi ini.  Kabut identik sekali dengan musim kemarau. malam yang dingin menusuk tulang, udara basah berpadu menyentuh tanah yang dingin membentuklah titik-titik air kecil meliputi di udara. Mungkin semua orang yang keluar pagi akrab dengan kabut. Termasuk saya yang sejak SMU harus berangkat setelah subuh membelah kabut. Jarak sekolah dengan rumah yang cukup jauh kurang lebih 35 km membuatku ...

Gelar Karya Para Mahaguru

  "Sibuk banget sekarang ya... ?" Pertanyaan Prof Na'im singkat tapi bagi saya sebuah satire. Sambil nyengir, saya lirih menjawab "tidak sibuk  prof.."  Saya seakan diingatkan untuk kembali menyetuh tuts keyboard laptop dan membuka blog pribadi untuk menuangkan rasa dan pikiran. Saya menghadiri acara beliau yakni Gelar Karya para Professor di UIN SATU Tulungagung. diselenggarakan Selasa, 04 Agustus 2026 kemarin. Para Profesor ini adalah Prof. Imam Fuadi, Prof Mujamil Qomar, Prof Muntahibun Nafis dan Profesor idola kami. Prof. Ngainun Na'im. Sebagai pembahas di hadirkan Prof Nur Syam dari UIN Sunan Ampel Surabaya.  Saya sangat sadar lama sekali saya hiatus dalam dunia tulis menulis. Grup sahabat pena saja cuma saya lihat tanpa berkomentar apapun. Kerinduan menulis dan berinteraksi dengan teman teman sefrekuensi dalam pena tertumpuk dengan pekerjaan supplai barang di central kitchen di program pemenuhan gizi. Mau tidak mau dunia sunyi penulisan semakin sunyi d...

Cerminan Hati

Perbuatan kita sehari hari tidak lekang dari hasil pemikiran dan tuntunan kata hati kita, menjadi baik atau buruk ada tiga dimensi yang menentukan. cerminan hati yang berupa perbuatan bisa mengarah kepada kita sebenarnya siapa. Meski di tutup tutupi dengan kebohongan, namun nanti akan tampak jugalah keaslian hati kita seperti apa.  perbuatan yang terlihat oleh orang lain itu sejatinya adalah bentuk komunikasi dengan mereka. dalam proses komunikasi ini ada tiga faktor yang sangat berpengaruh terhadap diri seorang, yaitu:  1. Head merupakan simbol fikiran. fikiran dapat dipengaruhi oleh penglihatan dan pendengaran kita terhadap dunia luar. Pikiran mengolah dengan karakteristik rasionalnya, mengabaikan dulu perasaan.  2. Heart adalah simbol hati yang memiliki kecenderungan suprarasional. dalam hati ini condong kepada empati dan sikap positif terhadap kebenaran dan kekuatan. di hati pula ada nafsu tersembunyi seperti cemburu, dengki, iri, marah  3. Hand adalah buah dari ...

Merawat diri dalam situasi yang tak pasti (Jaga Diri, Jaga Mereka, Jaga Indonesia)

  Tulisan dari IPK (Ikatan Psikologi Indonesia) menurut saya menenangkan. mereka mengetengahkan tips cara merawat kesehatan mental ditengah situasi Indonesia yang tidak menentu, Respon masyarakat terhadap kebijakan yang penuh kontroversi adalah di beberapa kota kota besar terjadi aksi unjuk rasa dan demonstrasi. Pemicu utamanya saya rasa kenaikan gaji dewan perwakilan rakyat yang dianggap berlebihan. Di kala rakyat kecil terbebani   biaya hidup, kemiskinan dan akses Kesehatan yang dipersulit. Masyarakat marah dan terima dengan kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat. Terlebih lagi ucapan beberapa anggota dewan yang menyebutkan kata tidak patut di dengar menambah lagi kemarahan massa. Maka aksi massa tidak terhindarkan   dimulai dari tanggal 25 Agustus 2025. Aksi besar di Gedung DPR RI tanggal 28 Agustus mendapat highlight yang sangat eksposur dari media dalam dan luar negeri. Dimana pengemudi ojol yang Bernama Affan Kurniawab 21 tahun tewas di lindas mobil r...

Diklat Jurnalistik Batch II

Belum menulis batch I tapi tiba tiba sudah melampaui batch II. Diklat menulis berita yang diselenggarakan PC LP Ma'arif NU Tulungagung di gelar hari Rabu, 13 Agustus 2025. Gerak cepat pengurus PC LP Ma'arif Tulungagung yang di gawangi oleh Dr. Ahmad Supriyadi seakan akan berlari cepat. Dalam waktu satu minggu bidang Penelitian Publikasi dan Media Informasi melaksanakan dua kali diklat yang sama.  Diklat pertama diselenggarakan pada Sabtu 9 Agustus 2025, pesertanya adalah guru guru mulai dari RA/TK, MI/SD dan SMP/MTs serta SMA/SMK dan MA. Yang kedua ini dilaksanakan untuk guru guru madin dan guru TPQ dan Kortan MWC untuk juga bisa menambah pengetahuan mengenai dunia tulis menulis.  Pelatihan ini mengangkat tema bukan sekedar menulis tapi tentang mempengaruhi. Saatnya cerita hebat dari madrasah didengar dunia. Antusiasme peserta ternyata luar biasa, ratusan peserta memadati meeting hall Lembaga Pendidikan Ma'arif Tulungagung.   Diklat pertama menghadirkan pemateri dari...

Cuilan Cerita dari Dr. Muhsin Kalida

Rangkaian Haflah Khotmil Qur'an di Ponpes Roudhotu Huffadzil Qur'an masih melekat dihatiku. Betapa tidak, 27 Khotimin dan Khotimat salah satunya adalah murid saya di MI. Ahmad Mulki Miftah Arroziq yang sekarang duduk di semester 2 di UIN SATU Tulungagung. Saya salah satu guru yang bahagia saat melihat anak didik selesai dalam menghafal Al-Qur'an.  Ditambah lagi dengan suasana penuh khidmat mendengarkan tausiyah dari penceramah yang tidak lain adalah Dr. Muhsin Kalida. Saya belum pernah bertemu muka dengan beliau tapi namanya sudah tidak asing di saya karena beberapa kali mengikuti zoom beliau yang diselenggarakan oleh Sahabat Pena Kita, penggiat literasi di bawah asuhan Prof. Ngainun Naim.  Beliau saat covid memberikan support kepada kami, orang gabut yang ingin memanfaatkan waktu dengan hal yang positif. Beliau hadir bersama semangat dan dorongan kepada kami untuk menulis. Karena menulis itu bukan sekedar hobi tapi itu adalah perintah agama namun banyak orang yang abai den...