Langsung ke konten utama

Esensi dan Urgensi Penilaian Kinerja Kepala

 


Beberapa waktu lalu, pada medio sampe akhir tahun 2020 di Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung di adakan kegiatan penilaian kinerja kepala madrasah baik di tingkat RA sampai pada MA. Penilaian ini bertahap mulai dari 4 tahunan. Kemudian di teruskan kepada penilaian kepala madrasah tahunan, baik yang satu tahun, dua tahun dan tiga tahun masa jabatannya menjadi kepala madrasah.

Pejabat penilaipun berbeda dari madrasah yang diselenggarakan pemerintah atau lebih kita kenal dengan madrasah negeri dan madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat atau lazim di sebut dengan madrasah swasta.

Penilaian Tahunan pada madrasah yang diselenggarakan pemerintah  (berdasarkan  PMA no 58 tahun 2017 dilaksanakan pada tahun pertama s.d. tahun ketiga masa jabatan dan dilaksanakan di akhir tahun anggaran, dilakukan oleh 1 Pengawas  Pembina  sebagai ketua Tim dan 1 Pengawas yang ditunjuk  dan ditetapkan oleh Kanwil.

Sedangkan Penilaian Empat Tahunan (Penilaian Akhir Periode Jabatan) Dilakukan oleh Tim Penilai yang terdiri: Kepala Bidang Pendidikan Madrasah/Pendis Kanwil Kemenag, sebagai ketua Tim, Kasi Pendidikan Madrasah/Pendis Kankemenag Kab/Kota, 1 Pengawas pembina dan 1 pengawas yang ditunjuk, 2 orang Guru, 2 orang Tenaga Kependidikan, 2 orang Komite Madrasah

Pada madrasah yang diselenggarakan masyarakat (Swasta) Penilaian Tahunan dilakukan oleh 1 Pengawas  Pembina  sebagai ketua Tim dan 1 Pengawas yang ditunjuk  dan ditetapkan oleh Kemenag Kab/ kota. Sedang empat tahunan  dilakukan oleh; Kepala Seksi Pendma/Pendis Kemenag Kab/Kota sebagai ketua Tim, 1 orang pengurus Yayasan, 1 Pengawas pembina dan 1 pengawas yang ditunjuk, 2 orang Guru, 2 orang Tenaga Kependidikan, 2 orang Komite Madrasah.

Namun sebenarnya apasih esensi dan urgensi penilaian kinerja dilaksanakan?

Penilaian kinerja kepala madrasah ini mengacu kepada Surat keputusan Dirjen pendis no 1111 tentang Juknis Penilaian Kinerja Kepala Madrasah. Esensi dari penilaian ini adalah pengukuran kualitas kepala madrasah dalam melaksanakan tugas pokoknya. Yaitu sebagai manager, pengembangan madrasah, pengembangan kewirausahaan dan supervisor.

Tujuan diadakannya penilaian kinerja ini adalah menghimpun informasi sebagai dasar pengembangan keprofesian berkelanjutan, menjaring informasi sebagai bahan pengambilan keputusan dalam menetapkan efektifitas kerja dan pertimbangan untuk penugasan kepala madrasah. Meningkatkan efektitivitas dan efisiensi kinerja kepala madrasah, menjamin objektivitas pembinaan kepala madrasah melalui system pengukuran dan pemetaan kinerja kepala madrasah.

Tujuan ini sangatlah bagus. Namun pada kenyataannya pada saat penilaian Kepala Madrasah dipusingkan menyiapkan bukti fisik yang di nilai bukan kepada semangat pengembangan madrasahnya. bukti  yang  teramati  (tangible evidences) terkadang sebagai sekedar pemenuhan saja.

Penilaian yang seharusnya jangan hanya terkesan sebagai formalitas, namun benar benar mengusung semangat perbaikan dan kemajuan madrasah. Semoga madrasah kedepan lebih baik.

Komentar

Posting Komentar

Popular Post

Kekuatan kata "kita" dalam pernikahan

Pernikahan adalah penyatuan dua manusia yang berjenis kelamin berbeda dari awalnya sendiri (self) menjadi bersama orang lain yang senantiasa melekat kepada kita (us). penyatuan karakter yang berbeda, kebiasaan yang berbeda, pernikahan juga menyatukan dua keluarga besar dari pihak laki laki dan perempuan.  Seorang laki laki dan perempuan apabila telah memantapkan diri menjadi pasangan yang terjalin hukum dan hubungan yang kuat maka perlu yang namanya "the promise of usness" yang akan menjadi dasar hubungan rumah tangga harmonis. "The Promise of Usness"   adalah janji kebersamaan, komitmen untuk saling menjaga, dan kesadaran bahwa hubungan ini adalah sesuatu yang bernilai untuk dirawat. Kata Usness atau kita termaktub makna sepaham dan saling mengikat, bersepakat dan rela memberikan sebagian dirinya untuk menciptakan keutuhan, rasa kedekatan. Bentuk relasi tertinggi dalam makna usness adalah keintiman suami istri dalam melakukan hubungan seksual.  Namun janji ini tida...

Menggapai Ampunan Berbuah Surga

Bersegeralah mencapai ampunan Allah. Dan imbalannya adalah Surganya Allah yang luasnya seluas langit dan bumi. Surga ini diperuntukkan kepada orang orang yang bertakwa. Makna Langit disini dimaknai semua hal di luar bumi yakni alam semesta adalah langitnya Allah. bukan hanya seluas satu bintang yakni matahari dan 8 planetnya, bukan pula hanya satu galaksi yang berisi sekian milyar bintang. namun sekian milyar galaksi.  Surga seluas langit dan bumi ini diperuntukkan kepada siapa saja yang bisa bersegera mencari ampunan Allah, mereka adalah orang orang yang bertakwa. Siapa orang yang bertakwa dijelaskan di lanjutan ayat dari Surat Ali Imron ayat 134 yakni:  Pertama orang yang menafkahkan hartanya disaat lapang dan sempit . Menafkahkan harta untuk kebaikan dikala mereka kelebihan harta maupun saat kekurangan. Kebiasaan kita adalah tidak mau berbagi disaat kita merasa kekurangan.  Orang yang bisa Menafkahkan hartanya pasti akan banyak kawan. Sebaliknya orang yang kikir dan ...

kekuatan kata "kita" dalam penikahan (3)

  Merawat kata "kita" sebagai bentuk the promise of usness dalam pernikahan yang ketiga adalah rasa aman. memahami bahwa dalam pernikahan itu adalah saling terpaut, rela membagikan diri untuk menciptakan satu keutuhan dalam mengarungi bahtera rumah tangga adalah salah satunya dengan memberikan rasa aman. Usness akan berkembang saat pasangan dalam pernikahan merasa aman. Aman dalam hal apa, dalam hal menjadi diri sendiri, tanpa takut dihakimi, di tolak dan dilukai. Rasa aman bukan hanya terbebas dari ancaman fisik, tetapi merasa diterima, di cintai dan didengarkan. Saat rasa aman itu diperoleh dalam hubungan pernikahan maka seseorang yang terikat dalam mahligai ini akan bebas mengekpresikan emosi, saat senang ataupun saat kurang baik suasana hatinya. Istri berani bercerita tentang luka masa lalu, tentang kehidupan yang kelam atau trauma masa kecil tanpa dihakimi dan disalahkan oleh suami. Atau saat suami kehilangan segalanya saat berbisbis, istri tidak serta merta meninggalka...

Cuilan Cerita dari Dr. Muhsin Kalida

Rangkaian Haflah Khotmil Qur'an di Ponpes Roudhotu Huffadzil Qur'an masih melekat dihatiku. Betapa tidak, 27 Khotimin dan Khotimat salah satunya adalah murid saya di MI. Ahmad Mulki Miftah Arroziq yang sekarang duduk di semester 2 di UIN SATU Tulungagung. Saya salah satu guru yang bahagia saat melihat anak didik selesai dalam menghafal Al-Qur'an.  Ditambah lagi dengan suasana penuh khidmat mendengarkan tausiyah dari penceramah yang tidak lain adalah Dr. Muhsin Kalida. Saya belum pernah bertemu muka dengan beliau tapi namanya sudah tidak asing di saya karena beberapa kali mengikuti zoom beliau yang diselenggarakan oleh Sahabat Pena Kita, penggiat literasi di bawah asuhan Prof. Ngainun Naim.  Beliau saat covid memberikan support kepada kami, orang gabut yang ingin memanfaatkan waktu dengan hal yang positif. Beliau hadir bersama semangat dan dorongan kepada kami untuk menulis. Karena menulis itu bukan sekedar hobi tapi itu adalah perintah agama namun banyak orang yang abai den...