Langsung ke konten utama

Liburan Yukkk



Salah satu cara menghilangkan kejenuhan dalam bekerja adalah dengan berlibur. Setiap orang memiliki cara untuk berlibur. Mereka bisa mengisi liburan dengan mencari tempat tempat indah, di puncak gunung yang dingin, di pantai, ataupun dimana saja yang menurut mereka bisa meredakan capek dan mengubah mood menjadi baik lagi.

Indonesia menerapkan system tahun ajaran yang di mulai bulan Juli dan diakhiri pertengahan Juni tahun berikutnya. Tibalah saat yang di tunggu, liburan telah didepan mata, tentu saja sederet agenda untuk liburan telah menunggu untuk anak-anak maupun orang tua.

Menikmati liburan merupakaan bentuk penyeimbangan antara kerja dan beristirahat.  Libur diidentikkan dengan meletakkan pekerjaan menggantinya dengan hal lain yang bisa membuat rileks. Saat libur panjang dari pekerjaan atau sekolah rutin, maka sebisa mungkin semua bisa mengisinya dengan hal hal yang menyenangkan, baik untuk pribadi maupun keluarga.

Saya pribadi membagi liburan dengan dua hal pertama, mengunjungi  beberapa tempat yang telah saya rencanakan sebelumnya, bisa pantai, mall atau pegunungan atau nonton film. Kedua, Setelah libur saya membuat tulisan tentang pengalaman menarik mengenai tempat atau hal yang telah saya kunjungi.

Kenapa harus di tulis? Bukan tujuan untuk pamer telah melakukan perjalanan kemana-kemana. Saya terkesan dengan Gol A Gong penulis buku dan influencer, dia mengajak kolega yang mau menulis jalan-jalan dan menuangkan dalam sebuah karya tulis. Hal ini lebih mudah daripada menulis hanya dengan mengangan-angan saja. 

Tak jarang Gol A Gong mengajak peserta menulisnya ke luar negeri. pengalaman mereka bahkan bisa abadikan dalam sebuah buku. Inspirasi inilah yang membuat saya menginginkan mengabadikan tulisan saat liburan. dan menuangkan tulisan menjadi artikel yang berirama menurut saya liburan tersendiri. 


Komentar

Popular Post

Diklat Jurnalistik Batch II

Belum menulis batch I tapi tiba tiba sudah melampaui batch II. Diklat menulis berita yang diselenggarakan PC LP Ma'arif NU Tulungagung di gelar hari Rabu, 13 Agustus 2025. Gerak cepat pengurus PC LP Ma'arif Tulungagung yang di gawangi oleh Dr. Ahmad Supriyadi seakan akan berlari cepat. Dalam waktu satu minggu bidang Penelitian Publikasi dan Media Informasi melaksanakan dua kali diklat yang sama.  Diklat pertama diselenggarakan pada Sabtu 9 Agustus 2025, pesertanya adalah guru guru mulai dari RA/TK, MI/SD dan SMP/MTs serta SMA/SMK dan MA. Yang kedua ini dilaksanakan untuk guru guru madin dan guru TPQ dan Kortan MWC untuk juga bisa menambah pengetahuan mengenai dunia tulis menulis.  Pelatihan ini mengangkat tema bukan sekedar menulis tapi tentang mempengaruhi. Saatnya cerita hebat dari madrasah didengar dunia. Antusiasme peserta ternyata luar biasa, ratusan peserta memadati meeting hall Lembaga Pendidikan Ma'arif Tulungagung.   Diklat pertama menghadirkan pemateri dari...

Secuil surga itu bernama "Munjungan"

Pulang dari sekolah jam menunjukkan pukul 13.00 saat WA grup saya terima kiriman berita duka. Ibunda Bapak Nurul Amin (Ketua STAIM Tulungagung) meninggal dunia. Beberapa saat kemudian suami saya menelpon untuk siap siap melayat ke rumah duka.  Sebelum tahu dimana rumah duka saya bersiap sambil menunggu suami pulang dari tempat kerjanya.  Beberapa teman oleh suami di kontak untuk bersama sama melayat.  Ternyata rumah ibunda bapak Nurul Amin di Munjungan Trenggalek. Saya belum pernah ke sana tapi cerita teman teman munjungan adalah "The most difficult journey" .  Akhirnya perjalanan menuju ke Trenggalek berempat, Saya, Suami, Dr. Nurkholis dan Nur Yasin menuju ke Trenggalek. Sesampainya di Trenggalek bergabung bersama kami Bapak Dr. Suripto. Kontan saja oleh suami di sodori untuk setir untuk menjadi driver ke Munjungan.  Dr. Suripto sahabat suami saat berkidmat di KPU. Beliau Ketua KPU Trenggalek. Jadi kami semua memiliki kesimpulan bahwa beliau yang p...

Aisyah (The Greatest Woman in Islam)

Resensi buku Nama Buku     : Aisyah ra. (The Greatest Woman in Islam) Pengarang        : Sulaiman An-Nadawi, Penerbit            : Qisti Press, 2007 Halaman            : 341 Halaman + xlii Lagu viral saat ini yang berjudul Aisyah, menghentak dunia maya. Sebelum Ramadhan sampai kini. Sosok seperti Apakah Sayyidah Aisyah?? Lepas dari lagu yang tersebut, sebenarnya saya pada dihadiahi sebuah buku oleh suami setelah pernikahan saya di 2007. Judulnya Aisyah r.a yang akan saya resensi kali ini. Dia di juluki humaira’, dia adalah istri Baginda Nabi Muhammad SAW. Beliau di kenal sebagai Ummul Mukminin. Biografinya di tulis lengkap dalam buku ini, bagaimana sisi sang Sayyidah Aisyah dalam intelektualitas, romantisme dan heroismenya. Buku ini bercerita dari masa kecil Aisyah, sampai pada kecerdasannya mengumpulkan hadits-hadits...

Toxic untuk Penulis

  Suara guruh yang menggelegar beberapa kali sedikit banyak menyurutkan semangat saya mengikuti njagong santai di zoom bersama Bapak Fahru dan Dr. Ngainun Na'im. Namun dengan menghela nafas panjang sembari berucap Bismillahirrahmanirrahim saya tekatkan untuk tetap mengikuti acara bincang santai ini, dalam hati saya berdo'a semoga tidak terjadi gangguan akibat kilat dan guruh yang bersahutan terhadap peralatan elektronik yang membantu saya mengikuti njagong virtual ini.  Njagong selama hampir 2.5 jam ini dikemas secara santai dan rasa kebersamaan yang sangat renyah. Peserta yang hadirpun ada dari luar pulau Jawa. Saya bersyukur bisa bertemu banyak orang hebat yang sudah menerbitkan buku. Baik secara Ontologi maupun Pribadi dan beberapa dari penulis sudah mampu menembus ke penerbit mayor,  maupun menerbitkan secara mandiri.   Perbincangan mengalir dengan santai meskipun materinya bernas dan berat. Dan malam ini mendapatkan magic moment  yakni menik...