Langsung ke konten utama

Perencanaan Sistem Blok Pada Kurikulum Merdeka di MTs Arrosidiyah




Madrasah Tsanawiyah Arrosidiyah adalah Madrasah lanjutan tingkat pertama yang setaraf dengan SMP. Usia madrasah ini tidak lagi muda. sejak tahun 1993 berdiri sampai sekarang telah mengalami berbagai macam perubahan kurikulum. Mulai kurikulum 1994 dan suplemen kurikulum 1999. tahun 2004 berganti Kurikulum 2004 dikenal dengan KBK (Kurikulum berbasis Kompetensi), Kurikulum 2006 dikenal dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Tahun 2013 berganti Kurtilas (Kurikulum duaribu tigabelas) yang memiliki 3 aspek Pengetahuan, ketrampilan dan aspek sikap dan perilaku. disempurnakan di kurikulum yang disempurnakan yang kemudian masih mengacu pada KTSP. namun ditiadakannya Ujian Nasional. 

Pada saat Covid melanda kurikulum dipangkas menjadi kurikulum esensial, sampai pada era menteri Nadiem Makarim mengubah istilah lagi dengan kurikulum merdeka. Kurikulum ini memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menerapkan pembelajaran yang mendalam. dengan tetap berpusat dengan muatan esesnial dan mengembangkan kompetensi spiritual, moral sosial dan emosional. 

kekhasan kurikulum ini adalah fleksibel yang menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Mulai kemudian bermunculan dengan komunitas guru penggerak pengawas penggerak ataupun yang lain. Karena kekhasan yang fleksibel dan menyesuaikan kebutuhan dengan peserta didik, serta panduan pengembangan kurikulum operasional sekolah, panduan pembelajaran dan asesmen serta panduan proyek penguatan profil pancasila rahmatan lil alamin, Madrasah Tsanawiyah Arrosidiyah merencanakan implementasi sistem blok untuk kurikulum merdeka ini. 

Persiapan yang dilakukan oleh madrasah dalam rangka penerapan sistem blok ini yang pertama adalah bedah kurikulum (review kurikulum) oleh tim pengembang dan di sosialisasikan kepada stakeholder madrasah. Sebelumnya kami melakukan benchmarking/studi tiru ke beberapa MTs di Malang yakni MTs Al Itthad Poncokusumo dan MTs NU Pakis Malang. Kedua lembaga ini dengan masing masing kelebihannya akhirnya dengan kesepakatan seluruh stakeholder madrasah menerapkan sistem blok untuk MTs Arrosidiyah ini. Terhitung sejak 1 juli 2024 kurikulum Merdeka dengan sistem Blok resmi digunakan sebagai alternatif pembelajaran di Madarasah ini. 

tahapan perencanaan sistem ini dilakukan dengan menganalisa materi dan jadwal pembelajaran, keluasan materi dan kebutuhan siswa dengan memberi beberapa tes diagnostik dan tes temu bakat/talents mapping. (test strengh typology). tes ini untuk mengenali kekuatan yang ada di diri siswa. siswa diminta memilih lima hal yang paling cocok. tipe kepemimpinan, cara mengorganisir (interpersonal). mengetahui kekuatan personal. Anak kemudian di kelompokkan di beberapa kluster kelas seperti kelas homogen laki-laki, kelas homogen perempuan dan kelas heterogen. membuat jadwal mengajar dengan membagi jam pelajaran setahun dengan ketersediaan minggu efektif. Hasilnya ada 4 jadwal blok yang masing masing jadwal selama 3 bulan. bulan ini (februari) ini memasuki jadwal blok ke-3. 

Sistem Blok adalah pengelompokan jam belajar efektif dalam satuan waktu secara utuh. diharapkan maksimal dan mendalam yang hari ini dikenal dengan istilah deep learning, karena tatap muka yang lebih lama dalam waktu tertentu. dan  guru bisa melakukan strategi pembelajaran yang variatif dan metode yang inobatiftujuan utama sistem blok ini bukan tentang durasi proses pembelajaran, namun bentuknya. Siswa juga dapat memahami materi secara mendalam dan fokus. juga mengembangkan kemampuan siswa dalam berbagai aspek. aspek kemandirian dalam belajar, mengembangkan kemampuan kerjasama, kepemimpinan, manajemen waktu, berfikir kritis dan inovatif. 


Komentar

Popular Post

Diklat Jurnalistik Batch II

Belum menulis batch I tapi tiba tiba sudah melampaui batch II. Diklat menulis berita yang diselenggarakan PC LP Ma'arif NU Tulungagung di gelar hari Rabu, 13 Agustus 2025. Gerak cepat pengurus PC LP Ma'arif Tulungagung yang di gawangi oleh Dr. Ahmad Supriyadi seakan akan berlari cepat. Dalam waktu satu minggu bidang Penelitian Publikasi dan Media Informasi melaksanakan dua kali diklat yang sama.  Diklat pertama diselenggarakan pada Sabtu 9 Agustus 2025, pesertanya adalah guru guru mulai dari RA/TK, MI/SD dan SMP/MTs serta SMA/SMK dan MA. Yang kedua ini dilaksanakan untuk guru guru madin dan guru TPQ dan Kortan MWC untuk juga bisa menambah pengetahuan mengenai dunia tulis menulis.  Pelatihan ini mengangkat tema bukan sekedar menulis tapi tentang mempengaruhi. Saatnya cerita hebat dari madrasah didengar dunia. Antusiasme peserta ternyata luar biasa, ratusan peserta memadati meeting hall Lembaga Pendidikan Ma'arif Tulungagung.   Diklat pertama menghadirkan pemateri dari...

kekuatan kata "kita" dalam penikahan (3)

  Merawat kata "kita" sebagai bentuk the promise of usness dalam pernikahan yang ketiga adalah rasa aman. memahami bahwa dalam pernikahan itu adalah saling terpaut, rela membagikan diri untuk menciptakan satu keutuhan dalam mengarungi bahtera rumah tangga adalah salah satunya dengan memberikan rasa aman. Usness akan berkembang saat pasangan dalam pernikahan merasa aman. Aman dalam hal apa, dalam hal menjadi diri sendiri, tanpa takut dihakimi, di tolak dan dilukai. Rasa aman bukan hanya terbebas dari ancaman fisik, tetapi merasa diterima, di cintai dan didengarkan. Saat rasa aman itu diperoleh dalam hubungan pernikahan maka seseorang yang terikat dalam mahligai ini akan bebas mengekpresikan emosi, saat senang ataupun saat kurang baik suasana hatinya. Istri berani bercerita tentang luka masa lalu, tentang kehidupan yang kelam atau trauma masa kecil tanpa dihakimi dan disalahkan oleh suami. Atau saat suami kehilangan segalanya saat berbisbis, istri tidak serta merta meninggalka...

Merawat diri dalam situasi yang tak pasti (Jaga Diri, Jaga Mereka, Jaga Indonesia)

  Tulisan dari IPK (Ikatan Psikologi Indonesia) menurut saya menenangkan. mereka mengetengahkan tips cara merawat kesehatan mental ditengah situasi Indonesia yang tidak menentu, Respon masyarakat terhadap kebijakan yang penuh kontroversi adalah di beberapa kota kota besar terjadi aksi unjuk rasa dan demonstrasi. Pemicu utamanya saya rasa kenaikan gaji dewan perwakilan rakyat yang dianggap berlebihan. Di kala rakyat kecil terbebani   biaya hidup, kemiskinan dan akses Kesehatan yang dipersulit. Masyarakat marah dan terima dengan kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat. Terlebih lagi ucapan beberapa anggota dewan yang menyebutkan kata tidak patut di dengar menambah lagi kemarahan massa. Maka aksi massa tidak terhindarkan   dimulai dari tanggal 25 Agustus 2025. Aksi besar di Gedung DPR RI tanggal 28 Agustus mendapat highlight yang sangat eksposur dari media dalam dan luar negeri. Dimana pengemudi ojol yang Bernama Affan Kurniawab 21 tahun tewas di lindas mobil r...

Cuilan Cerita dari Dr. Muhsin Kalida

Rangkaian Haflah Khotmil Qur'an di Ponpes Roudhotu Huffadzil Qur'an masih melekat dihatiku. Betapa tidak, 27 Khotimin dan Khotimat salah satunya adalah murid saya di MI. Ahmad Mulki Miftah Arroziq yang sekarang duduk di semester 2 di UIN SATU Tulungagung. Saya salah satu guru yang bahagia saat melihat anak didik selesai dalam menghafal Al-Qur'an.  Ditambah lagi dengan suasana penuh khidmat mendengarkan tausiyah dari penceramah yang tidak lain adalah Dr. Muhsin Kalida. Saya belum pernah bertemu muka dengan beliau tapi namanya sudah tidak asing di saya karena beberapa kali mengikuti zoom beliau yang diselenggarakan oleh Sahabat Pena Kita, penggiat literasi di bawah asuhan Prof. Ngainun Naim.  Beliau saat covid memberikan support kepada kami, orang gabut yang ingin memanfaatkan waktu dengan hal yang positif. Beliau hadir bersama semangat dan dorongan kepada kami untuk menulis. Karena menulis itu bukan sekedar hobi tapi itu adalah perintah agama namun banyak orang yang abai den...