sejak jam 07:00 WIB berjajar motor motor guru yang dibelakangnya di beri srandul. Tidak lain dan tidak bukan mereka adalah petugas penyalur zakat dari UPZ Arrosidiyah.
SK UPZ yang diberikan oleh BAZNAS Tulungagung berlaku selama 5 tahunan dilaksanakan di lingkup Yayasan Arrosidiyah Sumberagung yang memiliki Lembaga berupa Pra PAUD, RA Al Khodijah, MI Arrosidiyah, MTs Arrosidiyah dan Ponpes Arrosyidiyah.
Dari siswa siswi dan dewan asatidz, terkumpul beras 1 ton lebih yang dibagi untuk ashnaf yang telah di tetapkan. Terutama diberikan kepada fakir miskin dari wali murid dan fakir miskin di sekitar Madrasah. Bagian beras untuk Fakir miskin sebanyak 115 paket berisi beras 7,5 kg /paket telah di tata rapi dalam tas spunbound cantik.
“Sebelum melaksanakan proses pendistribusian UPZ mengadakan beberapa kali pertemuan dangan tahapan pendataan fakir miskin, pengumpulan zakat dan sampai hari ini pendistribusian zakat ini kepada mustahiq yang ada di lingkup kami” Ucap ketua UPZ Arrosidiyah Ahmad Zaini, M.Pd.I
Ditambahkan oleh ketua UPZ “Alhamdulillah hampir 88% siswa RA, MI dan MTs mentasarupkan zakat disekolah sejak dahulu, yang tidak mengumpulkan zakat di madrasah ini rata rata anak PNS ataupun takmir yang orang tuanya mengurusi UPZ di masjid atau mushola mereka.”
Seperti yang kita pahami kewajiban zakat ini tertuang dalam QS At-taubah 103. Zakat adalah salah satu kewajban bagi kaum muslimin yang telah memenui syarat sebagai pensucian diri manusia dengan berbagai kebaikan, moral maupun material.
Selain kewajiban pribadi mengeluarkan zakat terkandung makna zakat ini menyentil manusia untuk bisa melihat keadaan masayarakat sekitar yang butuh uluran bantuan. Terutama zakat fitrah yang melekat waktunya dengan bulan Ramadhan yang memiliki daya dorong tinggi untuk mewujudkan manusia bertaqwa.
Poin yang perlu dipahami adalah zakat bukan sekedar ritual tahunan, melainkan bentuk solidaritas dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Kesadaran dan keikhlasan dalam mengeluarkan zakat dan mencari hikmah zakat.
Para penerima zakat terutama dari Masyarakat sekitar yang kebanyakan janda tua dan Masyarakat kurang mampu mengucapkan terimakasih yang tulus. Pancaran mata penuh haru bahkan banyak yang berkaca-kaca mereka mendoakan untuk keberkahan bagi muzakki dan amil zakat. Mereka bergembira karena menjelang hari raya Idul Fitri himpitan kebutuhan tidak terelakkan, masih ada sejumput harapan untuk berbahagia di hari kemenangan. ***